Dugaan Penyelewengan Anggaran Pemeliharaan Kendaraan DLH Rp8,2 Miliar: Truk Kropos, Alat Berat Mangkrak

‎AKURATLAMPUNG, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menganggarkan dana sebesar Rp8,2 miliar untuk pemeliharaan operasional alat berat dan truk pengangkut sampah pada tahun 2025. Anggaran tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

‎Berdasarkan data yang dilansir dari situs Rencana Umum Pengadaan (RUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), anggaran ini dimasukkan dalam program Belanja Pemeliharaan Alat Besar, Alat Besar Darat, dan Alat Besar Lainnya, dengan rincian sebagai berikut:

‎1. Pemeliharaan operasional hidrolik, gardan, dan perseneling: Rp37.020.000

‎2. Pemeliharaan kendaraan operasional alat berat (3 unit): Rp2.645.880.000

‎3. Pemeliharaan bak truk dan kontainer sampah: Rp450.000.000

‎4. Pemeliharaan kendaraan berat ambrol dump truck, dan tangki air (115 unit): Rp4.063.755.000

‎5. Pemeliharaan kendaraan operasional malam tambahan (32 unit): Rp765.421.600

‎6. Pemeliharaan operasional alat berat di DLH: Rp34.680.000

‎7. Pemeliharaan truk operasional malam: Rp28.818.400

‎8. Pemeliharaan kendaraan berat ambrol  dump truck: Rp203.830.000

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung Yusnadi Ferianto, menyatakan program pemeliharaan tersebut telah berjalan. ‎Namun baru terealisasi kurang lebih 58 persen belum seluruhnya.

“Terkait pemeliharaan 3 unit eskavator tahun anggaran 2025 sudah berjalan, yang jelas ketika saya masuk dari agustus lalu, kita telah melakukan pemeliharaan juga perbaikan sebanyak tiga kali pada 1 unit eskavator yang dapat beroperasi, dan itu lah yang kita pelihara. Itu di jaman saya, tapi kalau sebelumnya saya tidak tau rinciannya. Sementara 2 lainnya, setau saya setelah masuk di DLH ini, dua unit alat berat tersebut sudah rusak cukup parah tidak bisa diperbaiki, ” ujarnya, Rabu (1/10/2025). ‎

Lebih lanjut, Dia pun menjelaskan bahwa belanja pemeliharaan kendaraan berat ambrol, dump truck, tangki air sebanyak Rp 4 Milyar itu dialokasikan untuk belanja BBM 115 unit kendaraan operasional selama satu tahun. “Jadi, sesuai dengan aturan yang berlaku anggaran belanja pemeliharaan dapat digunakan untuk belanja BBM. Itu semua buat belanja BBM kendaraan dan alat berat sesuai dengan judulnya di masing-masing pos anggaran tersebut, ” terangnya.

Selain itu, Yusnadi menambahkan, semasa jabatannya sekarang, pihaknya telah melakukan perbaikan juga pada sejumlah armada truck pengangkut sampah. ‎“Untuk armada truk pengangkut sampah kurang lebih 60 unit, serta untuk boks sampah yang sudah diperbaiki saat saya menjabat jumlah nya ada 13 unit yang diperbaiki secara bertahap,” tuturnya.

‎Yusnadi juga menyebutkan bahwa tahun ini DLH akan menerima tambahan dua unit alat berat baru. “Ekskavator sudah datang, sedangkan satu unit bulldozer masih dalam proses pengantaran,” tukasnya. ‎

Meskipun anggaran pemeliharaan mencapai miliaran rupiah, kondisi di lapangan menunjukkan fakta yang bertolak belakang. 

‎Kepala UPT Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Bakung, Trinov Efendi, mengaku tidak mengetahui rincian penggunaan anggaran tersebut karena menjadi kewenangan langsung dari DLH.

‎“Terkait anggaran itu saya tidak tahu, karena itu wewenangnya dinas. Kami di sini hanya pelaksana. Kalau ada perintah, baru kami kerjakan,” ujarnya Selasa (30/9/2025).

‎Trinov menyebut bahwa dari empat unit alat berat yang ada, hanya dua unit yang masih bisa beroperasi.

‎“Awalnya ada tiga alat berat, lalu ditambah satu unit baru, jadi total empat. Saat ini hanya dua unit yang bisa digunakan. Dua lainnya rusak. Satu sempat diperbaiki tapi tidak selesai, dan satu lagi belum pernah diperbaiki,” jelasnya.

‎Ia juga mengungkap bahwa perawatan rutin saat ini hanya dilakukan secara terbatas.

‎“Perawatan hanya kecil-kecilan, biasanya cuma ganti oli,” tambahnya.

‎Armada Sampah Rusak dan Kropos

‎Trinov mengaku tidak mengetahui pasti jumlah armada pengangkut sampah milik DLH, karena data tersebut berada di dinas. Namun, ia menyebutkan bahwa rata-rata 200 unit kendaraan masuk ke TPA Bakung setiap hari, termasuk kendaraan dari luar.

‎Sementara itu, hasil penelusuran awak media di lapangan menemukan banyak truk pengangkut sampah dalam kondisi rusak dan tidak layak pakai. Beberapa di antaranya terlihat kropos pada bagian bak truk, bahkan berlubang besar hingga membahayakan saat beroperasi.

‎Selain itu, meski anggaran menyebut pemeliharaan untuk tiga unit alat berat, kondisi di UPT Bakung menunjukkan bahwa hanya satu unit alat berat lama yang masih beroperasi, sedangkan dua unit lainnya dalam kondisi rusak, dan satu unit baru yang masih aktif digunakan.

Pengadaan Alat Berat Baru

‎Sebagai informasi tambahan, pada tahun 2025 DLH juga menganggarkan pengadaan tiga unit alat berat baru, yakni satu unit bulldozer, satu unit incinerator, dan satu unit excavator dengan total anggaran mencapai 8,1 milyar.

BERITA TERKAIT
error: Content is protected !!