Akuratlampung, Bandar Lampung – Komisi II DPRD Kota Bandar Lampung Heti Friskatati, S.H., menggelar sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Gunung Terang, Kecamatan Langkapura.
Agenda sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) yang digelar Anggota fraksi Golkar DPRD Kota Bandar Lampung Heti Friskatati menghadirkan dua narasumber yakni Jamhari, salah seorang jurnalistik senior dan Ansori WK, dari penasehat hukum.
sebetulnya nggak nyangka bisa seramai ini dan peserta nya juga variasi, ada ibu-ibu, bapak bapak bahkan ada juga kaum milenialnya, saya bahagia, dan semoga kegiatan ini terimplentasikan dan ilmu yang bermanfaat,” ujar Anggota DPRD Kota Bandar Lampung Heti Friskatati.
Kegiatan sosialisasi Ideologi Pancasila ini, selain bersilaturahmi juga bagaimana memupuk rasa kekompakan dan juga semangat gotong royong di lingkungan.
“Gotong royong itu adalah budaya sakral bangsa Indonesia dan mari kita galakkan kembali semangat gotong royong.
Apalagi di tengah-tengah kita menjalani ibadah puasa ramadhan ini dengan silaturahmi dan semangat gotong royong saling bahu membahu, membantu sesama itu adalah pengamalan sila Pancasila,” paparnya.
Anggota Komisi II DPRD kota ini menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan dan memperkuat komunikasi antar warga untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.
Dalam kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK), Heti mengajak warga untuk membumikan sila kedua Pancasila dalam aksi nyata sehari-hari, yaitu dengan meningkatkan empati dan budaya saling membantu.
Ia juga memastikan bahwa aspirasi warga akan diperjuangkan di parlemen untuk meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan infrastruktur.
“Dengan semangat gotong-royong dan kekompakan, Heti berharap masyarakat dapat menjadi bagian dari pembangunan dan menciptakan lingkungan yang harmonis dan saling mendukung,” harapnya.
Setelah sambutan dilanjutkan oleh kedua narasumber yaitu Jamhari dan Gindha Anshori. jamhari menititikberatkan penggunaan media sosial dengan bijak dan juga Gindha lebih mengingatkan akan pentingnya hidup mengingat Tuhan dan mencinta sesuatu jangan melebihi mencintai Tuhan.


