Akuratlampung, Bandar Lampung – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandar Lampung dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Agus Djumadi, mengunjungi rumah duka korban anak yang hanyut akibat banjir hingga ditemukan meninggal dunia, Sabtu (7/3/2026).
Korban diketahui bernama Satria (10), seorang siswa kelas 4 sekolah dasar yang tinggal di Kelurahan Rajabasa Induk, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk belasungkawa sekaligus kepedulian terhadap keluarga korban yang tengah berduka atas peristiwa tragis tersebut.
Agus Djumadi berharap kejadian ini menjadi yang terakhir dan tidak kembali terulang di Kota Bandar Lampung. Pasalnya, insiden anak hanyut akibat banjir dan saluran air sudah beberapa kali terjadi.
Ia juga mengimbau kepada para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya yang masih di bawah umur, agar tidak bermain di sekitar saluran air, sungai, maupun drainase saat kondisi hujan dan banjir.
“Kami berharap para orang tua dapat lebih waspada dan menjaga anak-anaknya agar tidak bermain di dekat saluran air, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang,” ujarnya.
Selain itu, ia juga meminta Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk segera mengambil langkah antisipatif, mulai dari memberikan imbauan kepada masyarakat hingga memperbaiki infrastruktur yang rusak atau tidak berfungsi dengan baik akibat banjir.
Menurutnya, perbaikan sistem drainase dan infrastruktur penanganan banjir sangat penting dilakukan guna meminimalisir risiko terjadinya korban jiwa di kemudian hari.


