Akuratlampung, Bandar Lampung – Dedi Yuginta yang konsern, perhatian dan peduli terhadap persoalan masalah lingkungan warga sekitar Bandar Lampung.
Ia juga sebagai Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung Fraksi PDIP, mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan guna mencegah terjadinya banjir meluas yang kerap melanda sejumlah wilayah Bandar Lampung.
Hal itu disampaikannya saat kegiatan sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (PIP-WK) di wilayah Kota Baru, Kecamatan Tanjung Karang Timur.
Dalam kesempatan tersebut, anggota Fraksi PDI-P ini menyinggung peristiwa banjir yang terjadi di berbagai titik di Kota Bandar Lampung.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan serta tetap mempertahankan pohon yang ada di sekitar rumah.
Pohon yang ada di rumah juga jangan ditebang karena itu berfungsi sebagai resapan air,” ujarnya.
Menurut Dedi, banjir yang terjadi kali ini merupakan salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Ia bahkan mengaku rumahnya yang telah ditempati selama 15 tahun baru pertama kali terdampak banjir.
“Selama saya tinggal di rumah itu sekitar 15 tahun, baru kemarin air masuk sekitar 10 sentimeter ke dalam rumah. Itu belum pernah terjadi sebelumnya, dan kemarin juga sampai menimbulkan korban jiwa,” katanya.
Ia menegaskan bahwa persoalan banjir tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat.
Upaya pemerintah dalam melakukan pencegahan, menurutnya, akan sia-sia apabila masyarakat tidak ikut menjaga lingkungan.
“Walaupun pemerintah berupaya mencegah, kalau masyarakat masih membuang sampah sembarangan yang menyebabkan drainase tersumbat, tentu akan sulit mengatasi banjir,” jelasnya.
Dedi juga menjelaskan bahwa sebagai anggota legislatif, pihaknya memiliki tiga tugas utama, yakni membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melakukan pengawasan, serta membuat peraturan.
Ia mengaku selama ini cukup fokal dalam menyuarakan persoalan banjir, khususnya di Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung.
“Saya ini di dewan termasuk yang paling sering bicara soal banjir. Teman-teman di Komisi III tahu itu. Setiap tahun saya juga meminta agar anggaran penanggulangan banjir ditambah supaya penanganannya bisa lebih cepat, tepat, dan tidak terus berulang,” tutupnya.


