Tips dr. Putri Ria Ariyanti Dalam Menjaga Kesehatan Yang Sering Terabaikan

Mesuji – Dalam memberikan imbauan kesehatan kepada Masyarakat Kabupaten Mesuji salah satu Dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum Ragab Begawe Caram Brabasan Kabupaten Mesuji, menyampaikan lewat karya tulis dalam menjaga kesehatan.

dr Putri Ria Ariyanti menyampaikan banjir merupakan bencana yang paling sering terjadi di Indonesia dan cenderung meningkat akibat perubahan iklim. Curah hujan ekstrem, sistem drainase yang buruk, serta perubahan tata guna lahan membuat banjir semakin sulit dihindari.
Namun, dampak banjir tidak hanya merusak permukiman dan infrastruktur, tetapi juga menimbulkan ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat, khususnya penyakit diare.
Saat banjir terjadi, air hujan bercampur dengan limbah rumah tangga, kotoran manusia dan hewan, serta sampah, sehingga mencemari sumber air bersih. Sumur dan sumber air minum menjadi tidak aman untuk dikonsumsi dan meningkatkan risiko penularan diare melalui jalur fekal-oral.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kejadian diare meningkat dalam satu hingga empat minggu setelah banjir, terutama di wilayah dengan sanitasi yang buruk (Cann et al., 2019; Alderman et al., 2021).
Pengalaman di berbagai wilayah rawan banjir, termasuk di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, menunjukkan bahwa rusaknya fasilitas sanitasi dan terbatasnya akses air bersih menjadi faktor utama meningkatnya kasus diare pascabencana. Kelompok rentan seperti balita dan lansia paling terdampak karena daya tahan tubuh yang lebih rendah.
Selain faktor lingkungan, perilaku masyarakat turut berperan dalam meningkatkan risiko diare. Kebiasaan tidak mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi air yang tidak dimasak, serta pengolahan makanan yang tidak higienis mempercepat penularan penyakit.
Dalam kondisi darurat banjir, praktik higiene sering sulit dilakukan sehingga risiko penyakit semakin besar.
Upaya pencegahan diare pascabanjir perlu menitikberatkan pada pengendalian lingkungan dan perubahan perilaku.
Penyediaan air minum aman, penggunaan desinfeksi air rumah tangga, perbaikan sanitasi, serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat merupakan langkah sederhana namun efektif untuk menekan risiko diare.
Pendekatan berbasis masyarakat dan penguatan sanitasi yang tangguh bencana juga menjadi bagian penting dari adaptasi kesehatan terhadap perubahan iklim.
Banjir mungkin tidak dapat dihindari sepenuhnya, tetapi dampak kesehatannya dapat diminimalkan. Dengan lingkungan yang lebih sehat dan perilaku yang tepat, risiko penyakit diare pascabencana dapat ditekan, sehingga masyarakat menjadi lebih tangguh menghadapi dampak perubahan iklim.
BERITA TERKAIT
error: Content is protected !!