Mesuji – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mesuji, Taufik Widodo, S.I.P., M.I.P, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pemimpin adat, pemuka adat, tokoh masyarakat Lampung, serta segenap lapisan masyarakat Provinsi Lampung.
Permintaan maaf tersebut disampaikan menyusul viralnya potongan video di media sosial yang menampilkan penyampaian Taufik mengenai kronologi dan upaya Forkopimda Mesuji dalam penyelesaian permasalahan agraria antara warga Buay Mencurung dan PT Sinar Indah Perkasa (SIP). Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (14/10/25).
Dalam kesempatan itu, Taufik Widodo yang didampingi Kapolres Mesuji AKBP Dr. Muhammad Firdaus, S.I.K., M.H, perwakilan Koramil 01/Simpang Pematang, Kepala BPN Kabupaten Mesuji, Wakil Ketua DPRD Mesuji, serta Staf Ahli Bupati dan Asisten I, menjelaskan bahwa video yang beredar hanya menampilkan sebagian dari penyampaiannya.
“Dengan ini, dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pemimpin adat Lampung, pemuka adat, tokoh masyarakat, serta seluruh lapisan masyarakat Provinsi Lampung. Tidak ada niat sedikit pun dari saya untuk masuk atau menyentuh tatanan adat Lampung,” ujar Taufik.
Ia menegaskan kecintaannya terhadap Lampung dan mengakui bahwa ucapannya telah menimbulkan kesalahpahaman serta kegaduhan di masyarakat.
“Kejadian ini menjadi titik balik bagi saya untuk lebih berhati-hati dan bijak dalam penyampaian, serta belajar lebih dalam mengenai khazanah dan budaya Lampung,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Mesuji AKBP Dr. Muhammad Firdaus, S.I.K., M.H mengimbau masyarakat dan netizen untuk lebih bijak dalam bermedia sosial serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.
“Mari kita jaga persatuan dan kesatuan agar tercipta kondisi Kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Mesuji,” tutupnya.


