KOTA METRO – Dalam upaya melestarikan warisan budaya Tanah Jawara, organisasi Pendekar Banten akan menggelar Gebyar Hari Lahir (Harlah) ke-6 pada tahun 2026 dengan menghadirkan 1000 aksi Debus Surosowan, termasuk atraksi ekstrem seperti minum minyak panas.
Ketua Pendekar Banten Kota Metro sekaligus Ketua Silat dan Seni Debus Surosowan Provinsi Lampung, H. Tb Ismail S., S.H., menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang pertunjukan seni bela diri, tetapi juga sarana memperkuat nilai-nilai karakter bangsa.
“Debus Surosowan merupakan warisan budaya Banten yang sarat nilai spiritual, keberanian, kesabaran, serta kedekatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ini adalah identitas yang harus kita jaga dan lestarikan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para pendekar dari berbagai perguruan silat se-Provinsi Lampung akan menampilkan beragam atraksi Debus, mulai dari menusukkan benda tajam ke tubuh, menusuk jarum ke lidah, hingga aksi minum minyak panas. Acara juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan musik tradisional dan tarian daerah.
Lebih dari sekadar hiburan, kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda sekaligus memperkuat semangat kebangsaan.
“Kami ingin melalui kegiatan ini, bela diri tidak hanya dimaknai secara fisik, tetapi juga sebagai bentuk bela bangsa dan bela negara. NKRI harga mati,” tegas Ismail.
Panitia juga telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda, di antaranya Gubernur Lampung, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Dinas Kebudayaan, aparat kepolisian, serta Pemerintah Kota Metro.
Rencananya, kegiatan ini akan dihadiri sekitar 1000 pendekar Banten dari berbagai perguruan silat di Provinsi Lampung.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan warisan budaya Debus Surosowan tetap hidup dan terus berkembang di tengah masyarakat modern.
“Semoga acara ini berjalan lancar dan kita semua senantiasa dalam lindungan Allah SWT,” tutupnya.


