METRO – Ketua Pendekar Banten Kota Metro, Provinsi Lampung, H.Tb Ismail S SH memberikan peringatan keras bagi para pemimpin yang terbiasa berbohong. Menurutnya, kejujuran adalah cahaya yang harus menuntun setiap pemimpin, sementara kebohongan adalah kegelapan yang bisa menjerumuskan diri sendiri dan rakyat yang dipimpinnya.
H.Tb Ismail menekankan, Rasulullah SAW adalah contoh teladan pemimpin yang jujur dan amanah. Bahkan sebelum diangkat menjadi Nabi, beliau digelari Al Amin karena tidak pernah berdusta.
Sebuah hadis riwayat Imam Bukhari menceritakan, saat Rasulullah mengumpulkan penduduk Makkah di Bukit Shafa dan menanyakan kemungkinan serangan musuh, seluruh penduduk menjawab, “Kami tidak pernah menemukanmu berdusta.”

H.Tb Ismail menyoroti fenomena pemimpin yang “berwajah manis di depan publik, tapi menyimpan dusta di balik jabatan.” Ia menegaskan, janji palsu dan retorika kosong bukan sekadar kesalahan kecil, tetapi jalan pintas menuju kemunafikan dan neraka.
Ancaman bagi pemimpin yang suka berdusta menurut Islam:
Tidak dipandang Allah di hari kiamat – HR Muslim menyebut pemimpin yang berbohong termasuk kelompok yang Allah tinggalkan.
Golongan munafik – Berdusta saat berbicara, mengingkari janji, dan mengkhianati amanah (HR Bukhari).
Lemah iman – Pembohong sejatinya tidak beriman kepada Al-Qur’an (QS An-Nahl 105).
Menjerumuskan diri sendiri dan rakyat – Kebohongan menggiring pada keburukan dan akhirnya neraka (HR Abu Dawud).
H.Tb Ismail menjelaskan, kebohongan pemimpin menggerus fondasi keadilan dan stabilitas sosial. Budaya dusta menjalar ke bawahan, membuat rakyat apatis, dan menimbulkan ketidakpercayaan terhadap institusi.
“Seorang pemimpin yang hanya pandai berjanji tapi tidak menepati kata-katanya itu tidak layak memimpin. Rakyat pantas mendapatkan teladan, bukan manipulasi,” tegas H.Tb Ismail.
Islam menempatkan sifat Shiddiq (jujur) sebagai syarat mutlak kepemimpinan. Rasulullah SAW mengingatkan:
“Tidak ada iman bagi orang yang tidak amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji” (HR Ahmad).
H.Tb Ismail menutup pernyataannya dengan pesan tegas: “Berbohong bukan sekadar dosa pribadi, tetapi mencederai rakyat dan menodai amanah. Jujur itu cahaya, dusta itu kegelapan. Pemimpin yang memilih kegelapan sedang menjerumuskan diri dan rakyatnya ke jurang kehancuran.”

Ketua Umum Pendekar Banten H. Tb Ismail S. SH
