TANGGAMUS, Akurat Lampung,id —Di bawah langit Kecamatan Semaka yang mulai bersahabat, deru mesin dan dentang batu menjadi simfoni baru bagi warga. Tumpukan material yang berjejer rapi di sepanjang jalan bukan sekadar penghalang arus, melainkan monumen kecil dari sebuah penantian panjang yang mulai terjawab.
Pemerintah melalui Kementerian PUPR, yang direpresentasikan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional, kini tengah mengukir aspal di Ruas Jalan Preservasi Sedayu – Sukaraja – Kanoman. Proyek ini bukan sekadar urusan teknis; ini adalah upaya menghidupkan nadi ekonomi sepanjang 2.650 meter yang selama ini sempat tersendat oleh debu dan kerikil tajam.
Secara administratif, tangan terampil dari PT Jasa Budi Nusa( SUBANUS ) dipercaya untuk merajut jalan ini. Dengan nilai kontrak menyentuh angka Rp15.485.999.000, proyek yang bersumber dari dana APBN RPM MYC 2025–2026 ini menjadi bukti nyata komitmen negara dalam memeratakan kenyamanan hingga ke pelosok daerah melalui mandat Inpres Jalan Daerah.
Penantian di Balik Musrenbang
Bagi warga Pekon Kanoman, kehadiran para pekerja ini bak tetesan hujan pertama setelah kemarau yang melelahkan. Seorang tokoh muda Pekon Kanoman mengungkapkan betapa jalan ini telah melalui jalan terjal birokrasi sebelum akhirnya mulai dibangun.
”Entah sudah sejak tahun kapan kami menantikan pembangunan ini. Jujur, kami hampir putus asa. Setiap tahun di forum Musrenbang, jalan ini selalu jadi usulan utama, namun bertahun-tahun pula pembangunannya tak kunjung datang,” kenangnya.
Ia pun tak lupa menyampaikan apresiasi kepada pihak yang telah menjembatani suara mereka di tingkat nasional.
“Terima kasih kepada Bapak DPR RI Mukhlis Basri yang telah mengawal aspirasi kami. Tanpa pengawalan yang gigih, mungkin usulan kami hanya akan tetap menjadi catatan di atas kertas,” tambahnya.
Berdansa dalam Kesulitan yang Kini Usai
Senada dengan itu, salah satu warga senior di Kanoman pun turut menyuarakan rasa syukur yang mendalam atas perhatian langsung dari pucuk pimpinan negara.
”Kami haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo. Beliau akhirnya mendengar keluhan kami masyarakat Semaka. Dulu jalan ini hancur, pengguna jalan selalu ‘bergoyang’ tanpa diiringi musik kalau lewat. Sekarang, kami melihat harapan itu mulai dibentangkan,” ujarnya dengan nada berkelakar namun penuh haru.
Pembangunan ini memang lebih dari sekadar angka di atas kertas kontrak. Ia adalah jembatan bagi mobilitas yang lebih manusiawi. Setiap bongkahan batu yang diletakkan adalah langkah pasti menuju kemajuan yang telah lama dinantikan kehadirannya di tanah Semaka. Kini, warga tak perlu lagi berdansa dalam kesulitan; jalan mulus telah menanti di ufuk masa depan.tutupnya.
Khoiri


