Wali Murid di Bandar Lampung Mohon Bantuan Pemprov Untuk Pengambilan Ijazah Anak yang Ditahan Sekolah

Bandar Lampung – Sebuah permohonan penuh haru disampaikan oleh seorang walimurid bernama Taufik, warga Bandar Lampung, yang mengaku tidak lagi bekerja dan tidak memiliki penghasilan untuk melunasi tunggakan administrasi sekolah anaknya di SMA Perintis 2 Bandar Lampung. Akibat tunggakan tersebut, ijazah sang anak hingga kini masih ditahan pihak sekolah.

Taufik menjelaskan bahwa kondisi ekonomi keluarganya semakin memburuk setelah ia kehilangan pekerjaan. Tanpa adanya penghasilan tetap, ia mengaku sama sekali tidak mampu membayar biaya administrasi yang menjadi syarat pengambilan ijazah anaknya, yang merupakan lulusan jurusan IPS SMA Perintis 2.

“Yang terhormat Bapak Gubernur Provinsi Lampung, Bapak Rahmat Mirzani Djausal, dan Bapak Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Bapak Thomas Amirico. Nama saya Taufik, orang tua dari siswa SMA Perintis 2 jurusan IPS. Saya berharap bantuan agar bisa mengambil ijazah anak saya, karena saya sudah tidak bekerja dan tidak punya uang sama sekali, Pak,” ujar Taufik dalam permohonannya.

Menurut Taufik, anaknya sangat membutuhkan ijazah tersebut untuk melamar pekerjaan demi membantu perekonomian keluarga. Tanpa ijazah, masa depan anaknya menjadi terhambat karena tidak dapat memenuhi persyaratan administrasi dunia kerja.

Taufik memohon agar pemerintah provinsi berkenan memberikan solusi dan keringanan biaya sehingga ijazah tersebut dapat segera diberikan.

“Saya mohon agar biaya pengambilan ijazah anak saya bisa dikosongkan, Pak. Saya benar-benar tidak punya uang. Anak saya butuh ijazah itu untuk melamar kerja dan masa depannya. Tolong bantu saya, Pak,” ungkapnya penuh harap.

Penahanan Ijazah Masih Menjadi Sorotan Publik

Isu penahanan ijazah siswa karena tunggakan administrasi kembali menjadi perhatian masyarakat. Banyak pihak menilai ijazah merupakan dokumen penting yang tidak seharusnya dijadikan alat penahan, terutama bagi siswa dari keluarga tidak mampu yang sedang berjuang untuk bertahan hidup.

Masyarakat sekitar yang mengetahui kondisi keluarga Taufik turut memberikan dukungan moral dan berharap pemerintah bergerak cepat membantu persoalan tersebut, mengingat pentingnya ijazah bagi masa depan anaknya.

Permohonan Juga Disampaikan kepada Pembina Garuda Warna Nusantara

Selain memohon bantuan pemerintah, Taufik juga meminta dukungan kepada Johan Syahril, sosok pembina Garuda Warna Nusantara di Lampung. Ia berharap ada pendampingan maupun arahan agar proses penyelesaian masalah ini bisa terbantu.

Menurut Taufik, pendidikan merupakan satu-satunya jalan untuk memperbaiki masa depan anaknya, namun persoalan biaya justru menjadi penghalang.

BERITA TERKAIT
error: Content is protected !!