KOTA METRO – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026, Ketua Umum Pendekar Banten, H. Tb Ismail S., S.H., mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak hanya mengenang sejarah lahirnya Pancasila, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, tanggal 1 Juni 1945 merupakan salah satu tonggak penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Pada saat itu, Ir. Soekarno menyampaikan pidato dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang kemudian dikenal sebagai momen lahirnya konsep dasar negara Indonesia.
“Atas nama keluarga besar Pendekar Banten, saya mengucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026. Momentum ini mengingatkan kita bahwa Indonesia dibangun di atas nilai persatuan, kemanusiaan, keadilan, demokrasi, dan ketuhanan yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar H. Tb Ismail S., S.H., Senin (1/6/2026).
Ia menjelaskan, dalam pidatonya pada 1 Juni 1945, Soekarno menawarkan lima dasar bagi Indonesia merdeka, yakni Kebangsaan Indonesia, Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan Yang Berkebudayaan.
Kelima prinsip tersebut kemudian menjadi landasan penting dalam proses perumusan Pancasila yang akhirnya disahkan sebagai dasar negara Republik Indonesia pada 18 Agustus 1945.
Menurut H. Tb Ismail S., S.H., para pendiri bangsa telah meletakkan fondasi yang kuat bagi Indonesia melalui nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Karena itu, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pancasila tidak boleh hanya menjadi simbol atau slogan. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus tercermin dalam sikap dan perilaku kita sehari-hari, baik dalam kehidupan sosial, organisasi, maupun dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab sebagai warga negara,” katanya.
Ia menilai bahwa tantangan bangsa saat ini memang berbeda dibandingkan masa perjuangan kemerdekaan. Jika dahulu bangsa Indonesia berjuang melawan penjajahan, maka saat ini tantangan yang dihadapi antara lain menjaga persatuan, memperkuat toleransi, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun budaya kejujuran dan tanggung jawab.
“Pancasila mengajarkan gotong royong, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama. Semangat itulah yang harus terus dijaga agar bangsa Indonesia tetap kuat menghadapi berbagai tantangan zaman,” ujarnya.
Lebih lanjut, H. Tb Ismail S., S.H. mengajak seluruh kader Pendekar Banten dan masyarakat luas untuk menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum memperkuat komitmen kebangsaan serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Peringatan Hari Lahir Pancasila hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai Pancasila benar-benar hadir dalam tindakan nyata, mulai dari menghormati perbedaan, menjaga persatuan, berlaku adil, hingga mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” tegasnya.
Ia berharap semangat yang diwariskan para pendiri bangsa dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan menjaga Indonesia tetap kokoh dalam bingkai persatuan.
“Marilah kita jadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan, memperkokoh persatuan, dan mengisi kemerdekaan dengan karya serta pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara,” tutupnya.
Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026.
Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Raya.


