AKURATLAMPUNG, LAMPUNG SELATAN – Ratusan orang warga lingkungan sekitar eks tenaga kerja harian (Buruh) lokal di Gudang Shope DC Lampung melakukan aksi unjuk rasa di halaman area gudang setempat berlokasi di Jalan Ir. Sutami, Sukanegara Kecamatan Tanjung Bintang. Rabu 3 Juni 2026.
Aksi massa warga setempat itu ditenggarai adanya iklim kerja yang sangat kurang layak serta disebut-sebut ada perlakuan khusus diduga intimidasi kinerja terstruktur kepada Buruh Lokal terutama tenaga kerja serabutan atau Kuli Sortir yang berasal dari lingkungan masyarakat sekitar.
Sementara, Warga juga mengaku bahwa, operasional aktivitas kegiatan pada gudang tersebut belum mendapatkan izin persetujuan lingkungan dari masyarakat setempat.
Salah satu warga setempat Udin (41) eks tenaga kerja harian Kuli Sortir Paket mengungkap bahwa, dirinya mengalami tindakan intimidatif dari para leader atau kordinator buruh penyortir paket di gudang tersebut.
”Rata-rata mereka itu (leader) kalo nyuruh, pake bahasa yang kasar dan toxic, seolah kami ini (buruh) seperti orang buangan yang tidak berguna,” jelas dia.
Ia pun mengungkap, terdapat pemotongan gaji sepihak dari vendor penyedia pekerjaan yang tidak transparan dan tak jelas.
”Pokoknya, kami ini yang kerja harian di situ, kena potongan sekitar Rp.15-30rb tiap per 15 hari kerja, jadi itu dipotong merata ke seluruh buruh harian tanpa pengecualian,” ujarnya.
Sementara Warga lainnya, Agus mengaku, mengalami hal yang serupa namun, Ia bukan hanya gajinya yang dipotong sepihak, tapi juga pembayaran gaji yang ditunda.
”Saya kemarenan ini sudah bekerja lima hari kerja tapi ini, sampe sekarang belum ada pembayaran gajinya, masih ditahan sampe sekarang,” jelas Agus.
Agus mengatakan, kontrak kerja yang dilaksanakan tidak jelas serta tanpa adanya jaminan kesehatan.
”Kami bekerja disini tanpa kepastian yang jelas, apalagi BPJS kami tidak dapat, sehingga jaminan kesehatan ditanggung masing-masing,” tukasnya.
Dengan demikian, Koordinator Lapangan Ismail menyampaikan bahwa, pihaknya meminta kepada manajemen Shopee DC Lampung untuk menghentikan operasional kegiatan serta mengevaluasi Vendor yang menjadi wadah para pekerja karena dinilai tidak adil serta menciptakan situasi kerja yang tidak kondusif.
Sementara itu pihak manajemen gudang Shopee maupun vendor terkait sedang dalam proses konfirmasi oleh awak media. (*)


