AKURATLAMPUNG.ID, BANDAR LAMPUNG – Momen perayaan malam puncak dalam rangka memperingati hari kemerdekaan atau HUT RI ke 81 tahun di lingkungan RT 13 Kelurahan Gulak-galik Kecamatan Telukbetung Utara berlangsung cukup meriah di Jalan Rasuna Said, Bandar Lampung meski tanpa kehadiran sosok pamong setempat, Jumat 28 Agustus Malam.
Momen yang mustinya jadi refleksi sosial bagi antar warga masyarakat dalam menyambung tali silaturahmi dan menjaga kerukunan serta juga menjadi ajang menumbuhkan gairah kemerdekaan dengan gotong royong antar sesama kian berjalan tertatih.
Gairah tersebut, nampak bias terkikis dalam penyelenggaraan rangkaian acara perayaan malam itu, lantaran ketidak hadiran sosok yang lazimnya jadi pelopor dalam menjaga stabilitas dan keamanan wilayah serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam menumbuh kembangkan semangat gotong royong antara tetangga di kehidupan sosial setempat.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, tidak terlihat sedikit pun sosok Pamong mulai dari Ketua RT 13, apalagi Bhabinkamtibmas maupun babinsa lingkungan Kelurahan Gulak-galik Kota Bandar Lampung. Hanya terpantau beberapa tokoh masyarakat dan Sekertaris Lurah setempat.
Meski begitu, satu tokoh masyarakat Ketua Kelompok Pemuda dan Wanita sekaligus Penanggung Jawab Acara, Ipan Kurniawan menyatakan bahwa perayaan acara peringatan HUT RI ke 81 Tahun sekarang diadakan secara independen dari hasil sumbangan dan swadaya antar warga setempat di lingkungan wilayah sekitar.
“Saya juga mohon titip kepada semua, terutama pemuda pemudi kampung ini untuk tetap kompak, dan selalu menjaga ketertiban serta keamanan selama berlangsungnya acara malam puncak ini hingga selesai. Semoga sukses terus kedepannya,” ujar Ipan.
Diterangkan dia, meskipun ada sedikit problem sosial kerukunan tetangga yang sempat bergulir waktu lalu, tidak mematahkan semangat untuk gotong royong untuk mensukseskan acara malam puncak di wilayah setempat yakni RT 13 Kelurahan Gulak-galik.
“Mari kita semua untuk kembali lagi merajut kebersamaan, menyambung ikatan tali silaturahmi, dan menjaga kekompakan supaya bisa tetap rukun, damai, serta kenyamanan tercipta di wilayah lingkungan kita,” katanya.
“Jangan sampai dirusak perjuangan kita untuk keberlangsungan acara yang telah diupayakan sedemikian rupa lewat sumbangan dan swadaya kita secara independen sendiri, sama secuil masalah yang terjadi. Semoga dalam momentum acara tahun depan, kita dapat menggelar lebih meriah dari pada sekarang,” tutup Ipan. (*)


