AKURATLAMPUNG.ID, BANDAR LAMPUNG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandarlampung memastikan layanan kesehatan disiagakan untuk mengantisipasi dampak debu vulkanik akibat dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebar ke sejumlah daerah, termasuk di wilayah Kota Tapis Berseri.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Muhtadi A. Temenggung mengatakan, hingga sekarang belum ada laporan maupun keluhan dari masyarakat terkait gangguan kesehatan akibat paparan debu vulkanik Gunung anak Krakatau.
Meski demikian, kata Muhtadi, Dinkes Bandar Lampung tetap menyiagakan 31 puskesmas untuk memberi pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan maupun penanganan medis.
“Selain menyiagakan fasilitas kesehatan, para petugas juga diterjunkan ke lapangan untuk melakukan penyisiran dan kunjungan dari rumah ke rumah, supaya masyarakat kita tetap terjaga,” ujarnya, pada Senin (08/09/2026).
Muhtadi menjelaskan bahwa, langkah tersebut dilakukan berdasarkan koordinasi serta laporan dari perangkat kelurahan mengenai kondisi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
Menurutnya, Dinas Kesehatan, tidak mendirikan posko pelayanan kesehatan di area terbuka. Pemeriksaan dan penanganan medis diarahkan dilakukan di dalam ruangan atau fasilitas pelayanan kesehatan.
“Untuk penanganan awal, mahasiswa diarahkan memanfaatkan fasilitas klinik kesehatan yang tersedia di masing-masing kampus,” jelasnya.
Sementara, bila kondisi pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut, dapat dirujuk langsung ke fasilitas kesehatan milik pemerintah untuk mendapatkan perawatan dan tindakan medis yang lebih serius.
Ia menghimbau, di tengah potensi paparan debu vulkanik, masyarakat juga perlu meningkatkan perlindungan diri, terutama warga yang mesti beraktivitas di luar ruangan.
“Kami menghimbau Warga yang bekerja maupun beraktivitas di luar gedung, seperti pedagang dan pengguna jalan, diminta selalu menggunakan masker,” ungkap Muhtadi.
“Untuk masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, terutama pedagang, jalan kaki, dan terkhusus pengendara sepeda motor, agar mengenakan masker dan pelindung mata atau helm, full face, untuk mengurangi risiko debu masuk ke mata dan saluran pernapasan,” imbau dia.
Dia pun mengingatkan bagi warga yang berada di dalam rumah, agar pintu, jendela dan ventilasi ditutup rapat apabila intensitas debu vulkanik semakin tinggi.
“Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, kembali menghimbau bagi warga disarankan menggunakan kain basah saat membersihkan lantai maupun perabotan rumah agar debu tidak kembali beterbangan dan berisiko terhirup,” kata Muhtadi.
Pemerintah Kota Bandar Lampung, berharap kepada masyarakat untuk tetap waspada dan segera memanfaatkan fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar debu vulkanik. (***)


