BANDAR LAMPUNG– Ketua Umum Pendekar Banten Silat dan Seni Debus Surosowan Provinsi Lampung, H. Tb. Ismail S., S.H., secara resmi menyematkan Baju Kebesaran Jawara kepada Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Dr. Marindo Kurniawan, S.T., M.M., sekaligus mengukuhkannya sebagai Dewan Pembina organisasi tersebut.
Prosesi penyematan berlangsung di Kantor Gubernur Lampung, Jalan R.W. Monginsidi Nomor 69, Telukbetung, Bandar Lampung, Rabu (3/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi simbol penguatan sinergi antara unsur pemerintah dan pelestari budaya dalam menjaga nilai-nilai tradisi, seni, dan kearifan lokal yang telah berkembang di tengah masyarakat Lampung.
Dalam sambutannya, H. Tb. Ismail S. menegaskan bahwa penyematan Baju Kebesaran Jawara bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan bentuk penghormatan dan amanah kepada sosok yang dinilai memiliki komitmen terhadap pelestarian budaya serta pembangunan daerah.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, hari ini kami tetapkan dan kami saksikan bersama, sah Dr. Marindo Kurniawan, S.T., M.M. sebagai Dewan Pembina Pendekar Banten Silat dan Seni Debus Surosowan Provinsi Lampung. Beliau adalah sosok birokrat yang berjiwa jawara, tegas, lurus, dan mencintai budaya. Baju kebesaran ini adalah amanah untuk bersama menjaga marwah jawara, melestarikan Debus Surosowan, dan membangun Lampung,” ujar H. Tb. Ismail S.
Menurutnya, Pendekar Banten Silat dan Seni Debus Surosowan berkomitmen untuk terus menjaga eksistensi budaya warisan leluhur sekaligus memperkuat nilai persatuan, kebangsaan, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sementara itu, Dr. Marindo Kurniawan menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menilai penyematan tersebut merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Saya menerima Baju Kebesaran ini sebagai amanah, bukan kemuliaan pribadi. Debus Surosowan merupakan warisan budaya dan spiritual yang sarat dengan nilai keberanian, kedisiplinan, serta pengabdian. Tugas kita bersama bukan hanya menjaga seni pertunjukannya, tetapi juga memastikan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang,” katanya.
Marindo juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persatuan dan menjaga budaya sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah.
“Jawara, ulama, umara, dan masyarakat harus berjalan bersama. Lampung akan semakin kuat apabila budayanya kuat, persatuannya kuat, dan masyarakatnya menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu,” lanjutnya.
Penyematan Baju Kebesaran Jawara kepada Sekda Provinsi Lampung tersebut juga memiliki sejumlah makna strategis, di antaranya memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku budaya, mendukung pelestarian Debus Surosowan sebagai warisan budaya yang bernilai historis dan religius, serta menjadi bagian dari konsolidasi menuju penampilan kolosal Debus Surosowan pada Krakatau Festival (K-Fest) 2026.
Selain itu, momentum tersebut diharapkan mampu mendorong revitalisasi Debus Surosowan sebagai seni bela diri dan budaya yang berlandaskan nilai spiritual, kedisiplinan, serta semangat persaudaraan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Lampung, Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Kepala Biro Umum Provinsi Lampung, Wakil Ketua Nurdin R., S.H., Dewan Penasihat Rahmad Solihin, Ketua Pendekar Banten Kota Bandar Lampung Hery Braja, Sekretaris Danil Ilham Saputra, serta jajaran pengurus dan anggota Pendekar Banten Silat dan Seni Debus Surosowan Provinsi Lampung.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus menjaga, melestarikan, serta mengembangkan budaya Debus Surosowan di Provinsi Lampung.


