DLH Bandar Lampung: Kesadaran Masyarakat Buang Sampah pada Tempatnya Masih Rendah

Plh Kadis DLH Bandar Lampung Budi. Foto/Zulfikri

AKURATLAMPUNG, BANDAR LAMPUNG – Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan di Kota Bandar Lampung dinilai masih rendah. Hal ini terlihat dari kebiasaan membuang sampah sembarangan hingga minimnya kesadaran memilah sampah sebelum dibuang.
‎
‎Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung, Budi, mengatakan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, termasuk membuang sampah pada tempatnya, masih perlu ditingkatkan.
‎
‎”Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya serta memilah sampah sebelum dibuang masih dalam kategori rendah,” ujar Budi, Rabu (14/10/2026).
‎
‎Menurutnya, salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah berkurangnya budaya gotong royong di tengah masyarakat. Akibatnya, tanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan cenderung dianggap sebagai tugas pemerintah semata.
‎
‎”Kontribusi masyarakat dalam kegiatan gotong royong untuk menjaga lingkungan sudah mulai ditinggalkan. Sekarang masyarakat berpikir bahwa menjaga lingkungan merupakan tugas pemerintah, dalam hal ini lurah maupun RT,” tuturnya.
‎
‎Budi menegaskan, upaya menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Keduanya perlu bersinergi agar pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan dapat berjalan optimal.
‎
‎Menurutnya, pemerintah berperan menyediakan fasilitas serta melakukan pengelolaan sampah. Sementara itu, masyarakat diharapkan turut menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai dan membiasakan diri memilah sampah sebelum dibuang.
‎
‎”Tanggung jawab menjaga lingkungan adalah tugas bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk saling bersinergi. Pemerintah menyediakan tempat dan pengelolaan, sedangkan masyarakat jangan membuang sampah ke sungai serta memilah sampah sebelum dibuang,” jelasnya.
‎
‎Ia juga mengimbau masyarakat untuk memulai kebiasaan menjaga kebersihan dari lingkungan terdekat, seperti membersihkan selokan dan saluran drainase di sekitar rumah secara mandiri.
‎
‎”Jika di depan rumah ada selokan atau drainase yang kotor, mulailah dibersihkan secara mandiri. Sebab, ketika hujan turun dan mengakibatkan banjir, masyarakat sekitar juga yang akan kesulitan,” katanya.
‎
‎Di sisi lain, Budi mengakui bahwa ketersediaan fasilitas tempat sampah di kawasan permukiman masih terbatas. Saat ini, penyediaan tempat sampah di lingkungan perkampungan masih banyak bergantung pada inisiatif masyarakat.
‎
‎”Fasilitas tempat sampah untuk saat ini masih disediakan secara mandiri. Pemerintah belum dapat memberikan tempat sampah ke rumah-rumah karena keterbatasan anggaran,” pungkasnya.

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan