WAY KANAN — Satuan Brimob Polda Lampung melalui Detasemen Gegana sukses melaksanakan pemusnahan atau disposal dua granat aktif jenis UXO (Unexploded Ordnance) yang ditemukan di wilayah hukum Polres Way Kanan, Rabu (13/5/2026).
Langkah cepat dan proaktif tersebut dilakukan guna memastikan keamanan lingkungan serta mengantisipasi potensi bahaya ledakan dari benda berbahaya yang sebelumnya diamankan di gudang logistik kepolisian setempat.
Kegiatan disposal dilaksanakan berdasarkan surat permohonan resmi dari Polres Way Kanan. Tim Penjinak Bom (Jibom) di bawah pimpinan Ipda Royyani diberangkatkan dari Mako menuju lokasi untuk memastikan proses pemusnahan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Setibanya di Polres Way Kanan, tim langsung melakukan koordinasi teknis sebelum mengevakuasi dua granat aktif tersebut menuju lokasi disposal di Lapangan Tembak Polres Way Kanan.
Selama kurang lebih dua jam, personel Jibom bekerja secara intensif dan penuh kehati-hatian hingga kedua granat dinyatakan hancur sempurna serta lokasi dipastikan aman dan terkendali.
Dansat Brimob Polda Lampung, KBP Yustanto Mujiharso melalui Ipda Royyani menyampaikan bahwa disposal tersebut merupakan langkah penting untuk meminimalisir risiko terhadap personel kepolisian maupun masyarakat sekitar.
“Penanganan bahan peledak harus dilakukan oleh tenaga profesional dengan dukungan peralatan yang memadai demi menjamin keselamatan seluruh pihak,” ujarnya.
Usai seluruh rangkaian kegiatan selesai, berita acara serah terima disposal diserahkan langsung kepada Kabaglog Polres Way Kanan, Kompol Arjon Syafrie R.
Sementara itu, Danden Gegana Satbrimob Polda Lampung, Kompol Dr. Moch Sonep menegaskan bahwa keberhasilan disposal ini menjadi bukti kesiapsiagaan Satbrimob Polda Lampung dalam merespons temuan benda berbahaya di wilayah hukumnya.
Melalui tindakan preventif tersebut, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Way Kanan tetap aman dan kondusif. Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila menemukan benda mencurigakan serupa supaya dapat ditangani sesuai prosedur keamanan oleh tim ahli.


