AKURATLAMPUNG, BANDAR LAMPUNG – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Bandar Lampung mengimbau para orang tua agar lebih aktif mengawasi aktivitas anak, khususnya dalam penggunaan gawai untuk bermain gim daring.
Tentu langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap meningkatnya kecenderungan anak menghabiskan waktu berlebihan di depan layar.
Kepala Dinas PPPA Kota Bandar Lampung, Maryamah, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan edukatif yang menyasar anak maupun orang tua.
“Edukasi tersebut menekankan pentingnya pola bermain yang sehat, aman, serta pengawasan keluarga dalam penggunaan teknologi,”ucapnya, Minggu 1 Maret 2026.
Menurutnya, fenomena kecanduan gim pada anak menunjukkan tren yang mengkhawatirkan dan membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak, terutama keluarga dan tenaga pendidik. Pengawasan tidak hanya diperlukan di lingkungan sekolah, tetapi juga di rumah dan lingkungan sosial anak.
Game daring yang perlu diawasi orang tua Salah satu contoh gim yang sering dimainkan anak adalah Roblox dan berbagai gim daring lainnya. Penggunaan tanpa kontrol dikhawatirkan dapat berdampak pada konsentrasi belajar, perubahan perilaku, hingga kemungkinan terpapar konten yang tidak sesuai usia.
Dinas PPPA juga membuka peluang pembentukan posko pengaduan apabila laporan masyarakat terkait dampak negatif gim daring terhadap anak semakin meningkat.
“Posko tersebut nantinya dapat menampung aduan mengenai konten maupun interaksi digital yang dinilai tidak aman bagi anak,”sambunya.
Selain itu, instansi tersebut mendorong pengelola gim untuk memperkuat sistem keamanan serta fitur perlindungan pengguna usia anak. Upaya ini dinilai penting karena perangkat digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari generasi muda.
Pemerintah daerah juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah sekolah untuk membatasi penggunaan telepon genggam selama kegiatan belajar.
Namun, pengawasan di sekolah saja dianggap belum cukup mengingat sebagian besar waktu anak dihabiskan di rumah dan lingkungan sekitar.
“Melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga, Dinas PPPA berharap anak-anak dapat memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa mengalami dampak negatif dari penggunaan gim daring secara berlebihan,”sambunya.


