METRO – Memperingati Hari Buruh Nasional 2026, Ketua Umum Pendekar Banten, H. Tb. Ismail Saleh, S.H., menyerukan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas di Provinsi Lampung.
Dalam rilis resminya, Kamis (1/5), Pendekar Banten menegaskan pentingnya menjaga kedamaian Bumi Ruwa Jurai di tengah momentum peringatan Hari Buruh yang identik dengan penyampaian aspirasi.
“Mari jaga keamanan dan kondusivitas Lampung. Lampung damai, kita jaga bersama untuk Indonesia,” tegas H. Tb. Ismail Saleh.
Empat Poin Seruan Pendekar Banten
1. Kepada Kaum Buruh
Pendekar Banten mengimbau agar penyampaian aspirasi dilakukan secara tegas namun tetap mengedepankan kesabaran dan ketawakalan. Hak-hak buruh harus diperjuangkan, namun stabilitas daerah tetap menjadi prioritas bersama.
2. Kepada Pengusaha dan Pemerintah
Diharapkan mampu meneladani nilai kemanusiaan dengan memperlakukan buruh secara adil dan bermartabat. Kesejahteraan buruh serta keterbukaan terhadap aspirasi dinilai sebagai bagian dari semangat gotong royong demi masa depan generasi bangsa.
3. Kepada Aparat Keamanan
Diminta untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam mengawal jalannya penyampaian aspirasi, serta hadir sebagai pengayom masyarakat tanpa meninggalkan prinsip keadilan.
4. Kepada Masyarakat Lampung
Seluruh masyarakat diajak untuk tidak mudah terprovokasi. Perbedaan pandangan adalah hal wajar, namun perpecahan merupakan ancaman nyata bagi persatuan. Nilai kearifan lokal Banten, “mangan ora mangan asal kumpul”, kembali digaungkan sebagai simbol pentingnya kebersamaan.
“Mari kita buktikan bahwa Lampung adalah rumah bersama yang damai. Dari Metro untuk Lampung, dari Lampung untuk Indonesia,” tutupnya.
Sebagai penutup, Pendekar Banten juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Buruh Nasional 2026, seraya mendoakan agar seluruh buruh Indonesia senantiasa diberkahi dalam setiap tetes keringat perjuangannya.
Kuat. Sabar. Tawakal.
Bela Diri, Bela Bangsa, Bela Negara.


