TANGGAMUS, Carut-marut pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berdikari di Pekon Kacapura, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, kini memasuki babak krusial. Geram dengan sederet kejanggalan dan dugaan “skenario lepas tangan”, masyarakat kini menagih ketegasan serta independensi Inspektorat Daerah Kabupaten Tanggamus untuk mengusut tuntas indikasi penyelewengan anggaran yang mencapai ratusan juta rupiah tersebut.
Merespons gejolak publik, instansi pengawas internal pemerintah ini memastikan bakal segera memanggil Kepala Pekon (Kakon) Hj. Faiqoturrohmah, S.Pd., bersama seluruh jajaran pengurus BUMDes Berdikari Pekon kacapura tersebut,
Sekretaris Inspektorat Daerah Kabupaten Tanggamus, Gustam Apriansyah, yang didampingi Plh, Irban II, Madsunawar, secara tegas menyatakan komitmennya untuk mengurai polemik ini secara mendalam dan objektif.
“Inspektorat akan segera memanggil Dirut dan pengurus BUMDes, dan tentunya Kepala Pekon, untuk diminta keterangan atau klarifikasi,” ujarnya” Gustam saat memberikan keterangan resmi di ruang kerjanya, Selasa (4/8/2026).
Pemicu Geram Warga: Skenario Berdalih Alibi Cuaca
Keputusan Inspektorat ini bergulir pasca-sesi klarifikasi di kediaman Kakon Hj. Faiqoturrohmah, S.Pd., pada Rabu (29/7) yang dinilai warga penuh skenario. Dalam pertemuan yang turut dihadiri Ketua BUMDes Edi dan Bendahara Vivi (VH) tersebut, Faiqoturrohmah mulanya mengaku menyerahkan operasional BUMDes secara keseluruhan. Namun, saat disodorkan pertanyaan teknis pertanggungjawaban Anggaran, Kakon justru pasang badan dan mendikte jawaban pengurus.
Kejanggalan ini memperkuat fakta lapangan pada Selasa (28/7), di mana fasilitas kandang program ketahanan pangan TA 2025 bernilai Rp200 juta yang menyerap Angaran dana awal, ditemukan kandang kosong melompong. Pengurus berdalih ternak mati akibat “faktor cuaca” tanpa mampu menunjukkan Berita Acara Kematian hewan yang sah.
Dugaan Penyalahgunaan Aset Dan Desakan Warga
Persoalan kian meruncing seiring menguapnya modal awal, dugaan “bendahara boneka”, hingga penyalahgunaan kendaraan operasional BUMDes yang disinyalir diserobot untuk bisnis komersial pribadi keluarga bendahara.
“Kami sudah gemes melihat kenyataannya. Kami ingin uang desa dipakai untuk usaha nyata yang ada hasilnya buat warga, bukan seperti ‘uang siluman’ yang masuk ke kepentingan pribadi sekelompok orang saja,” cetus salah seorang warga Pekon Kacapura dengan “,nada kesal,”
Harapan Masyarakat Pekon Kacapura kini menaruh tumpuan penuh pada pemanggilan oleh Inspektorat Tanggamus’ pada Selasa (4/8) ini. Warga mendesak Inspektorat Melakukan tindakan Secara Tegas’ Dan audit forensik terhadap rekening kas BUMDes serta penyitaan aset desa yang dikuasai secara sepihak guna mengusut tuntas indikasi penyelewengan Dana Bundes tersebut,
Setelah terbitnya berita Senantiasa menjunjung tinggi Asas Praduga tak bersalah (presumption of innocence) dan membuka ruang hak jawab maupun klarifikasi seluas-luasnya bagi Kepala Pekon Kacapura Hj. Faiqoturrohmah, S.Pd., pengurus BUMDes Berdikari, serta pihak-pihak terkait demi menjaga keberimbangan pemberitaan.
Kh


