AKURATLAMPUNG, BANDAR LAMPUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung melaporkan total 338 kejadian bencana sepanjang tahun 2025, yang terdiri dari 285 peristiwa banjir serta 53 kasus tanah longsor di berbagai wilayah kota.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar Syahputra, menjelaskan bahwa puncak kejadian banjir terjadi pada Februari 2025 dengan 111 lokasi terdampak genangan air.
“Pada periode yang sama, frekuensi tanah longsor juga meningkat, dengan jumlah tertinggi tercatat pada Februari dan April, masing-masing sekitar 15 kejadian,”ucap, Idham Jumat 27 Februari 2026.
Memasuki awal 2026, pihaknya mencatat 51 kejadian banjir selama Januari serta tujuh peristiwa tanah longsor pada Februari.
Data tersebut masih bersifat sementara, mengingat hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi pada akhir Februari turut memicu genangan air, longsor, serta pohon tumbang di sejumlah titik.
Menurut Idham, potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu kedepan di wilayah Bandar Lampung. Oleh karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.
“Warga yang beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk tidak berlindung di bawah pohon besar serta menghindari papan reklame atau konstruksi logam yang tampak rapuh,”sambunya.
Selain itu, masyarakat diminta memastikan saluran drainase di sekitar lingkungan tempat tinggal tetap berfungsi dengan baik guna meminimalkan risiko genangan.
BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk memantau informasi cuaca resmi dan segera melaporkan kejadian darurat melalui call center atau instansi terkait.
Pemerintah Kota Bandar Lampung, lanjut Idham, menyiagakan tim terpadu selama 24 jam yang melibatkan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Pekerjaan Umum guna merespons setiap laporan bencana secara cepat dan terkoordinasi.


