AKURATLAMPUNG, LAMPUNG SELATAN — Perbedaan data pelanggan PDAM Tirta Jasa di Perumahan Permata Asri, Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, mendapat sorotan LSM PEKAN (Pemantau Kebijakan).
Berdasarkan informasi warga, terdapat sekitar 800 sambungan PDAM di kawasan tersebut. Namun, UPT Tirta Jasa Jati Agung menyebut pelanggan aktif hanya sekitar 300. Perbedaan sekitar 500 pelanggan itu dinilai perlu ditelusuri, terutama menyangkut status sambungan, mekanisme pembayaran, serta pencatatan dan penyetoran penerimaan.
Ketua/Aktivis LSM PEKAN, Apriansah, meminta aparat penegak hukum (APH) turun tangan untuk memastikan kejelasan data dan aliran pembayaran pelanggan.
“Kalau ada perbedaan data, harus dibuka secara terang. APH perlu mengecek siapa yang membayar, berapa yang diterima, bagaimana pencatatannya, dan ke mana uang tersebut disetorkan,” ujar Apriansah, Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, jika 500 pelanggan tersebut benar masih membayar iuran sebesar Rp54 ribu per bulan, maka secara matematis nilainya mencapai sekitar Rp27 juta per bulan atau Rp324 juta per tahun.
Jika berlangsung selama 10 tahun, nominal tersebut secara akumulatif mencapai sekitar Rp3,24 miliar.
Namun, angka tersebut masih merupakan simulasi berdasarkan informasi yang belum diverifikasi. Perhitungan itu juga tidak dapat dijadikan kesimpulan adanya kerugian negara maupun tindak pidana.
Sorotan terhadap persoalan tersebut semakin menguat setelah mantan Kepala UPT PDAM Tirta Jasa Jati Agung, Tarno, mengakui bahwa mekanisme pembayaran tanpa meteran yang diterapkan di wilayah tersebut tidak mengikuti aturan PDAM.
Apriansah meminta PDAM Tirta Jasa dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan membuka secara transparan data pelanggan, dasar penetapan tarif Rp54 ribu, mekanisme penarikan pembayaran, hingga bukti penyetoran penerimaan.
“Ini bukan soal menuduh pihak tertentu. Tetapi kalau uang masyarakat dipungut, pencatatan dan pertanggungjawabannya harus jelas,” tegasnya.
Selisih 500 Pelanggan PDAM Jati Agung Disorot, APH Diminta Turun Tangan

