TANGGAMUS – Warga RT 1 Pekon Soponyono, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, mengeluhkan limbah cair yang diduga berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG Soponyono. Limbah tersebut disebut mengalir setiap hari ke saluran drainase lingkungan dan menimbulkan bau menyengat yang mengganggu kenyamanan warga, Selasa (10/6/2026).
Berdasarkan pantauan dan keterangan warga, limbah yang dialirkan melalui pipa pembuangan menuju drainase lingkungan masih tampak berwarna putih pekat serta mengeluarkan aroma tidak sedap. Kondisi tersebut memicu keresahan masyarakat yang khawatir akan dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan sekitar.
Salah seorang warga berinisial MD mengaku sangat terganggu dengan bau yang ditimbulkan limbah tersebut. Menurutnya, saluran drainase yang dilalui limbah berada tepat di depan rumahnya.
“Tiap hari saya terpaksa menghirup bau busuk yang menyengat ini. Saya merasa tidak nyaman dan khawatir, apalagi di rumah ada bayi yang masih berusia sekitar tiga bulan,” ujar MD.
MD mengaku telah menyampaikan keluhan tersebut kepada pemerintah pekon. Namun, hingga saat ini dirinya menilai belum ada langkah nyata yang dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Saya sudah melapor kepada pemerintah pekon, tetapi sampai sekarang belum ada tindakan. Saya berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan agar tidak terkesan melakukan pembiaran terhadap masalah ini,” katanya.
Ia juga berharap limbah yang dibuang ke lingkungan telah melalui proses pengolahan yang baik sehingga tidak lagi berwarna maupun menimbulkan bau menyengat.
“Kami masyarakat RT 1 sangat resah. Seharusnya limbah yang keluar sudah bersih, tidak berwarna, dan tidak mengeluarkan bau. Saat ini yang kami rasakan justru sebaliknya,” tegasnya.
Selain menimbulkan ketidaknyamanan, warga juga mengaku khawatir limbah tersebut dapat menjadi sumber penyakit. Kekhawatiran itu muncul karena kondisi lingkungan yang dianggap kurang sehat akibat aroma menyengat yang terus muncul setiap hari.
“Kami cemas pencemaran limbah ini dapat menimbulkan sarang penyakit. Bahkan cucu saya yang masih berusia tiga bulan saat ini sedang mengalami batuk,” imbuhnya.
Warga berharap pemerintah daerah, pemerintah pekon, serta pihak pengelola SPPG MBG Soponyono segera melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap sistem pengolahan limbah agar tidak merugikan masyarakat sekitar.
“Kami berharap ada solusi dan perbaikan segera. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan akibat persoalan limbah ini,” harapnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG MBG Soponyono belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi dari pihak terkait.


