AKURATLAMPUNG.ID – Setiap tanggal 17 Agustus, kita kembali mengingat sebuah peristiwa besar yang mengubah perjalanan bangsa Indonesia. Proklamasi Kemerdekaan bukan sekadar catatan sejarah, tetapi merupakan warisan perjuangan yang harus terus kita jaga dan isi.
Dalam perspektif Agus Djumadi yang sejak muda bekerja di tengah masyarakat. Kemerdekaan katanya, tidak boleh berhenti pada acara ceremoni seperti upacara bendera, dan perayaan lain yang sifatnya monumenitas. Bagi dirinya, semarak kemerdekaan ini sesungguhnya bernilai sangat filosofis dan krusial.
Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung ini memaknai bahwa, Kemerdekaan mustinya selalu hadir dan harus bisa terasa lebih pekat di hela tiap detak jantung dan denyut nadi kehidupan masyarakat sehari-hari. Misal dalam hal kesetaraan, keadilan sosial, keamanan, pendidikan, dan kesehatan, hingga mendapatkan peningkatan akses kesejahteraan bagi setiap individu.
“Kemerdekaan hari ini memiliki makna yang jauh lebih luas. Rakyat harus memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang baik, pelayanan kesehatan, pekerjaan yang layak, lingkungan yang aman, infrastruktur yang memadai, serta kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan,” hematnya.
Selayak pemegang mandat dalam menjalankan amanah titipan kontituen yang menjadikannya wakil rakyat, Agus memandang bahwa, mengisi kemerdekaan berarti memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui kerja-kerja konkret yang tercapai nyata.
“Anggaran daerah harus benar-benar diarahkan untuk menjawab kebutuhan rakyat. Pembangunan infrastruktur musti memberi manfaat bagi kehidupan khalayak, pelayanan publik digenjot untuk semakin mudah dan cepat, serta memastikan bahwa kebijakan pemerintah harus berpijak kepada kepentingan masyarakat luas,” pandangnya.
Anggota Fraksi PKS Kota Bandar Lampung ini memaknai bahwa, Kemerdekaan juga berarti menjaga demokrasi. Kebebasan berpendapat baginya adalah tulang punggung bagi negara demokrasi.
“Rakyat memiliki hak untuk menyampaikan kritik, memberikan masukan, dan mengawasi jalannya pemerintahan. Karena itu, hubungan antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat harus dibangun juga dibina melalui komunikasi yang terbuka dan konstruktif,” imbuh Agus Djumadi.
Menurutnya, di tengah berbagai tantangan bangsa dan berbagai dinamika menghadapi kondisi sekarang, setiap individu tidaklah boleh kehilangan semangat gotong royong.
“Persatuan menjadi kekuatan utama Indonesia. Perbedaan pilihan politik, latar belakang, maupun kepentingan tak boleh membuat kita hilang arah tujuan memaknai kemerdekaan bersama semangat untuk membangun daerah dan bangsa,” paparnya
Kemerdekaan adalah Amanah
Akhir catatan, Agus Djumadi sedikit bercerita serta kian menamkan pesan moral untuk generasi sekarang ataupun mendatang. Melalui tulisannya ini, diharapkan dapat menjadi memori kolektif sejarah perjuangan menyemarakkan kemerdekaan Negara Republik Indonesia ke-81 tahun.
Para pahlawan telah memberikan darah dan pengorbanannya agar kita dapat berdiri sebagai bangsa yang merdeka. Tugas generasi sekarang adalah memastikan bahwa pengorbanan tersebut tidak sia-sia.
Oleh karenanya, mari kita maknai kemerdekaan dengan kerja nyata: membangun, melayani, menjaga persatuan, memperjuangkan keadilan, dan menghadirkan kesejahteraan.
Merdeka bukan hanya terbebas dari penjajahan. Merdeka adalah ketika rakyat memiliki kesempatan untuk hidup lebih baik, mendapatkan keadilan, dan menatap masa depan dengan penuh harapan.
Dirgahayu Republik Indonesia. Terus melaju untuk Indonesia yang Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur!
- Catatan Pribadi: Agus Djumadi, A.Md Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung
- Tim Penyunting: Redaksi Akurat Lampung

Opini/Perspektif Bertajuk Semarak Kemerdekaan. Foto: Dok Ist.
Oleh: Agus Djumadi, A.Md., Anggota Legislatif Fraksi PKS Kota Bandar Lampung.
