*TANGGAMUS -* Proyek revitalisasi pembangunan Gedung PAUD Latanza di Pekon Wonosobo, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus menjadi sorotan tajam. Proyek dari pemerintah pusat dengan pagu fantastis Rp990.164.000 yang seharusnya dikerjakan secara swakelola, diduga kuat menyimpang dari Juknis dan mengabaikan peran panitia lokal.
Berdasarkan investigasi di lapangan, proyek hampir Rp1 miliar tersebut ditemukan menggunakan material yang diduga tidak sesuai standar serta terkesan menyingkirkan pengurus Panitia Pembangunan Bersama (P2B) yang sah.
Pelaksanaan fisik memicu kekhawatiran daya tahan bangunan. Untuk pemasangan fondasi, pekerja diduga tidak melakukan penggalian tanah sesuai standar. Pekerja hanya menghampar lapisan pasir tipis di atas permukaan tanah, lalu langsung memasang batu fondasi di atasnya. Normalnya Standar Seharusnya Minimal di gali 30,cm.
Selain metode yang dinilai asal-asalan, material batu untuk fondasi utama menggunakan batu putih atau batu kapur, yang secara kualitas dinilai kurang kokoh untuk struktur jangka panjang gedung pendidikan anak usia dini.
Sesuai aturan, proyek revitalisasi bersumber dari APBN dengan sistem swakelola yang wajib memberdayakan warga setempat. Namun kenyataannya, ada item pekerjaan yang justru diborongkan kepada pihak luar daerah.
Dugaan intervensi inisial Nur Selaku Kepala PAUD Latanza Dan inisial Heni Selaku bendahara PAUD Latanza bermain mata kangklikong untuk Semata korupsi Memperkaya diri, juga menguat. Sejak dana turun, Kepsek diduga ikut mendatangkan tukang dari luar daerah untuk pengukuran, pemasangan bowplank, hingga pengadaan material batu.
Dugaan ini diperkuat pengakuan pengurus P2B. Meski di awal perencanaan diajak rembuk, begitu anggaran cair fungsi P2B langsung dipangkas. Saat pendatangan tukang luar, pengukuran, hingga tibanya material batu, pengurus P2B sama sekali tidak dilibatkan.
Yang Menjadi pertanyaan Publik Dimana Pertanggungjawaban Dan pungsi tugas Konsultan, Dan terkait Dinas pendidikan (Sapras), Pungsi Dan tugas Sebagai Konsultan, Program revitalisasi Merencanakan, Mendampingi, Mengawasi, Proses Pembangunan Sesuai dengan Standar, Bukan tutup mata Dan tutup telinga’
Proses Program Pembangunan revitalisasi PAUD Latanza, Wonosobo kecamatan Wonosobo Dari Mulai Fondasi yang tidak Di Gali, Pihak terkait Dinas pendidikan (Sapras) Dan Konsultan Segera turun ke lapangan Audit, Dan Evaluasi, bila Perlu fondasi tersebut di bongkar pasang dari Awal.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala PAUD Latanza maupun Dinas terkait belum memberikan konfirmasi resmi. Warga berharap Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum (APH) turun ke lapangan memeriksa potensi kerugian negara(*)

